RI-Australia Perkuat Kemitraan Tangani Bencana Selasa, 2 Maret 2010 | 19:03 WIB TERKAIT: * Penderita Pascagempa Padang Melonjak

Selasa, 02 Maret 2010

PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Australia berkomitmen untuk memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Indonesia dalam soal penanganan bencana alam. Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer menyampaikan hal tersebut saat meluncurkan kampanye Rumah Aman Gempa bertema Bukan Gempanya Tapi Bangunannya, yang dipersembahkan oleh Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction, Selasa (2/3/2010) di Taman Budaya Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat Marlis Rahman menyebutkan, tidak kurang 114.797 bangunan mengalami rusak berat setelah dilanda gempa bumi. Semantara itu, 113.076 unit bangunan di antaranya mengalami rusak sedang dan ringan.

Namun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum berencana memberikan sejumlah subsidi terkait dengan upaya pembangunan rumah dan bangunan tahan gempa.

Indonesia Bantu Korban Gempa Chili US$ 1 Juta

"Dana itu tidak berlebihan. Mereka [Chili] juga peduli dengan kita saat tsunami."
Senin, 1 Maret 2010, 18:24 WIB
Elin Yunita Kristanti, Nur Farida Ahniar
Gempa 8.8 Skala Richter Guncang Chili

VIVAnews - Gempa berkekuatan 8,8 skala Richter yang mengguncang Chili, Sabtu 27 Februari 2010, merenggut lebih dari 700 korban jiwa. Lindu dahsyat itu juga memporakporandakan bangunan dan membuat nasib ribuan orang terkatung-katung.

Indonesia -- sebagai negara yang sering dilanda bencana ikut prihatin dan ingin membantu masyarakat Chili dengan mengirimkan sumbangan.

"I juta dollar dalam bentuk uang tunai. Untuk tanggap darurat," kata Menkokesra, Agung Laksono, Senin 1 Maret 2010.

Dana tersebut diambil dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Besok mau diserahkan. Hari ini kuasa usaha dipanggil apa saja yang diperlukan," tambah Agung.

Diungkapkan dia, agar cepat sampai, uang tersebut akan diserahkan ke Kedutaan Besar Chili di Jakarta. "Dana itu tidak berlebihan. Mereka [Chili] juga peduli dengan kita saat tsunami."

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 8,8 skala richter (SR) mengguncang Chili sekitar pukul 13.34 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berpusat di 35,826 lintang selatan dan 72,669 bujur barat, atau 317 km barat daya Ibukota Chili, Santiago. Gempa ini di kedalaman 59,4 kilometer di lepas pantai Maule, Chili.

Gempa ini diduga berakibat parah di Kota Concepcion, kota kedua terbesar di Chili. Concepcion hanya berjarak 115 kilometer dari pusat gempa di kedalaman 59 kilometer.

Gempa Mengguncang Chile Minggu, 28 Februari 2010 20:38 WIB

Hanya berselang enam pekan setelah gempa bumi hebat yang mengguncang Haiti, gempa lebih hebat menggoyang Benua Amerika. Hari Sabtu giliran Chile yang diguncang gempa berkekuatan 8,8 pada Skala Richter.

Sejak tahun 1939, Chile langganan diguncang gempa dengan tingkat kerusakan yang sangat dahsyat. Bahkan sejak tahun 1973 paling tidak tercatat 13 kali gempa dengan kekuatan di atas 7 pada Skala Richter mengguncang negeri di paling selatan Amerika itu.

Dengan kekuatan gempa terakhir yang mencapai 8,8 pada Skala Richter, ancaman tsunami segera disampaikan ke seluruh negara yang berada di kawasan Samudera Pasifik. Australia, Jepang, Filipina, dan juga kita Indonesia bersiap-siap menghadapi datangnya tsunami.

Beruntung tsunami datang dengan gelombang yang tidak terlalu tinggi. Gelombang laut yang menerjang beberapa negara ketinggian hanya sekitar tiga meter.

Namun demikian kerusakan yang terjadi di Chile sangat dahsyat. Bangunan di seluruh kota negeri itu banyak yang rubuh, sementara jembatan layang patah, sehingga puluhan mobil yang sedang melintas di atas terguling-guling.

Presiden Chile Michelle Bachelet mengumumkan penundaan semua kegiatan publik untuk masa 72 jam. Waktu masuk sekolah yang semula dijadwalkan hari Senin ini diundur hingga tanggal 8 Maret mendatang.

Sejauh ini sekitar 215 orang dilaporkan tewas. Namun setidaknya sekitar dua juta penduduk menderita akibat gempa yang sangat kuat tersebut. Untuk itu Presiden Bachelet meminta warganya untuk meningkatkan rasa solidaritas. Perawatan kesehatan diimbau untuk diberikan kepada mereka yang paling menderita.

Meski masa jabatannya hanya tinggal beberapa hari lagi, namun perempuan presiden ini menunjukkan ketegasannya sebagai pemimpin. Dalam kondisi yang kacau balau, ia memerintahkan militer Chile untuk melaksanakan operasi penyelamatan warga.

Dengan sistem komando yang jelas serta disiplin yang tinggi, militer merupakan institusi yang paling efektif untuk menciptakan keamanan dan ketertiban. Pelibatan militer dalam misi penyelamatan tidak harus mengganggu sistem demokrasi yang berlaku.

Koordinasi dengan Presiden Terpilih, Sebastian Pinera pun berlangsung secara baik. Chile menunjukkan kematangan dalam berdemokrasi, di mana kekuasaan sepenuhnya dilaksanakan untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Gempa Chile menunjukkan bahwa kawasan Pasifik merupakan lingkaran api (ring of fire). Banyak gunung berapi di kawasan itu menunjukkan bahwa wilayah itu merupakan wilayah yang sangat aktif. Pergerakan lempeng Bumi di kawasan itu selalu menimbulkan gempa.

Pelepasan energi sentrifugal yang sangat besar di satu titik akan mengakibatkan pergerakan lempeng Bumi di sekitarnya. Kita tidak tahu kapan gempa yang baru akan terjadi, tetapi setelah gempa di Chile, negara-negara di kawasan Pasifik haruslah bersiap diri.

Termasuk yang harus diantisipasi adalah gelombang tsunami. Pada bulan Mei 1960 tidak jauh dari episentrum gempa hari Sabtu kemarin pernah terjadi guncangan gempa berkekuatan 9,5 pada Skala Richter yang menyebabkan lebih 1.600 orang tewas dan tsunami yang melanda seluruh kawasan Pasifik.

Dengan penguasaan ilmu dan teknologi, manusia dituntut untuk lebih mampu mengantisipasi datangnya bencana alam. Namun tetap dengan segala keterbatasannya, karena Tuhan Yang Maha Kuasa seringkali memiliki kehendak yang lain dalam menguji keimanan dan ketakwaan umat manusia.

Kita sangat bisa merasakan penderitaan yang dirasakan rakyat Chile. Tentunya penderitaan mereka diharapkan tidak separah rakyat Haiti yang hingga sekarang hidup dalam serba keterbatasan.
Bookmark and Share